Minggu, 21 September 2014

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAERAH OBYEK WISATA BANTIMURUNG BERBASIS BAHASA INGGRIS DI KECAMATAN BANTIMURUNG, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN



RINGKASAN
Andi Samsurijal, Mursidah Gazali, Herman Nursaman. Universitas Islam Makassar. 2014. Pemberdayaan Masyarakat Daerah Wisata Bantimurung Berbasis Bahasa Inggris di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian Hibah KKN-PPM diusulkan ke DIKTI Tahun Anggaran 2015
Taman wisata Bantimurung merupakan Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berlokasi di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, ± 60 KM dari arah Makassar, Sulawesi-Selatan Indonesia. Kawasan tersebut merupakan salah satu Obyek Wisata yang sangat menarik dan sering dikunjungi oleh wisatan asing di Sulawesi Selatan. Sehingga masyarakat desa wisata perlu dibekali pengetahuan bahasa Inggris agar mereka dapat berkomunikasi lisan dengan wisatawan. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh masayarat sekitar daerah wisata maka mereka akan dapat membangun berbagai potensi bisnis multidisiplin berdasarkan minat dan kebutuhan para pengunjung. Melihat potensi yang ada serta masalah bagi sebagaian penduduk daerah obyek wisata maka perlu adalanya mitra dengan lembaga terkait. Universitas Islam Makassar dalam hal ini sebagai penyelanggara Tri-Dharma Perguruan Tinggi khususnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan melakukan kegiatan KKN berbasis pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM). Dengan adanya program KKN-PPM ini maka secara signifikan akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan social berbasis bahasa Inggris, namun hal tersebut harus didukung pula oleh sumberdaya yang ada pada masyarakat serta lembaga mitra lainnya yang akan menjadi fasilitator.
Sasaran dari Pelaksanaan KKN-PPM adalah 1) Pembentukan kelompok  Local Tourist Guide yang akan memandu setiap wisatawan yang datang. 2) Pembentukan kelompok Bisnis dengan mengarah pada perubahan pola pikir masyarakat yang tidak hanya sebagai penonton pada setiap wisatawan yang datang melainkan akan melahirkan sebuah bisnis komunitas berbasis bahasa Inggris. 3) Pembentukan sekolah bahasa Inggris dan perkampungan bahasa Inggris dengan pola English Home (GAU ASE, 2013).

           
Kata kunci: Bahasa Inggris, Masyarakat Daerah Wisata

Tidak ada komentar:

Posting Komentar