Sabtu, 27 September 2014

Nyanyian Si Pendosa



Nyanyian Si Pendosa

Muthmainnah Rijal

Aku mencela namun Celaan itu ada padaku
Aku menghina namun hinaan itu hanya pantas untukku
Aku berdiri namun bersama dengan hawa nafsu
Aku ruku dan sujud hanya untuk menyembunyikan wajah munafikku

Takbirku dan, salamku diimani setan
Pantaskah air wudhu itu aku sebut mensucikan?
Jika aku berakal namun aku lupa
Aku merasa hebat namun ternyata itu keangkuhan
Sifat dengki berakar dalam dalam dasar hati demi benci dan riya

Mataku buta dan telingaku tuli
Hanya lisan yang mampu berucap
Namun dengan menutup mata hati
Pantaskah aku merasa sempurna?
Muthmainnah, 2013

Minggu, 21 September 2014

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAERAH OBYEK WISATA BANTIMURUNG BERBASIS BAHASA INGGRIS DI KECAMATAN BANTIMURUNG, KABUPATEN MAROS, SULAWESI SELATAN



RINGKASAN
Andi Samsurijal, Mursidah Gazali, Herman Nursaman. Universitas Islam Makassar. 2014. Pemberdayaan Masyarakat Daerah Wisata Bantimurung Berbasis Bahasa Inggris di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian Hibah KKN-PPM diusulkan ke DIKTI Tahun Anggaran 2015
Taman wisata Bantimurung merupakan Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang berlokasi di Kecamatan Bantimurung, Kabupaten Maros, ± 60 KM dari arah Makassar, Sulawesi-Selatan Indonesia. Kawasan tersebut merupakan salah satu Obyek Wisata yang sangat menarik dan sering dikunjungi oleh wisatan asing di Sulawesi Selatan. Sehingga masyarakat desa wisata perlu dibekali pengetahuan bahasa Inggris agar mereka dapat berkomunikasi lisan dengan wisatawan. Dengan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki oleh masayarat sekitar daerah wisata maka mereka akan dapat membangun berbagai potensi bisnis multidisiplin berdasarkan minat dan kebutuhan para pengunjung. Melihat potensi yang ada serta masalah bagi sebagaian penduduk daerah obyek wisata maka perlu adalanya mitra dengan lembaga terkait. Universitas Islam Makassar dalam hal ini sebagai penyelanggara Tri-Dharma Perguruan Tinggi khususnya Kuliah Kerja Nyata (KKN) akan melakukan kegiatan KKN berbasis pembelajaran pemberdayaan masyarakat (KKN-PPM). Dengan adanya program KKN-PPM ini maka secara signifikan akan mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan social berbasis bahasa Inggris, namun hal tersebut harus didukung pula oleh sumberdaya yang ada pada masyarakat serta lembaga mitra lainnya yang akan menjadi fasilitator.
Sasaran dari Pelaksanaan KKN-PPM adalah 1) Pembentukan kelompok  Local Tourist Guide yang akan memandu setiap wisatawan yang datang. 2) Pembentukan kelompok Bisnis dengan mengarah pada perubahan pola pikir masyarakat yang tidak hanya sebagai penonton pada setiap wisatawan yang datang melainkan akan melahirkan sebuah bisnis komunitas berbasis bahasa Inggris. 3) Pembentukan sekolah bahasa Inggris dan perkampungan bahasa Inggris dengan pola English Home (GAU ASE, 2013).

           
Kata kunci: Bahasa Inggris, Masyarakat Daerah Wisata

Sabtu, 20 September 2014

STUDENTS’ VOCABULARY ACHIEVEMENT IN USING CONTEXTUAL REDEFINITION STRATEGY FOR PHARMACY CLASS (AN EXPERIMENTAL RESEARCH IN 2012-2013)



ABSTRACT
A.SAMSU RIJAL. Students’ Vocabulary Achievement in Using Contextual Redefinition Strategy for Pharmacy Class (supervised by Abd. Hakim Yassi and Hamzah A. Machmoed).
This research is aimed at: (1) finding out how is the contextual redefinition strategy implemented in vocabulary teaching for pharmacy class; (2) investigating whether the contextual redefinition strategy could improve the students’ vocabulary achievement; (3) finding out the pharmacy students’ attitude on the application of the contextual redefinition strategy.
This research was quantitative method by applying the pure experimental research which carried out in the students of Pharmacy Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Makassar Islamic University. Contextual redefinition strategy was taught in MIPA Class A as the treatment group. To find out the improvement of students’ vocabulary achievement, the researcher used the pre-test and post-test. Then the data were analysed by using SPSS and t-test.
The research result indicates, firts, the procedure in the application of contextual redefinition strategy can lead the students to be independent learners inside and outside of the class, and this strategy can be applied for the class of English for pharmacy. Second, there is improvement of the students scores after the treatment. Statistically, the mean score for pre test is 36.7667, and the mean score for the post test is 54.1467. this means that the vocabulary teaching through contextual redefinition strategy significantly has the impact on pharmacy students’ vocabulary achievement. Third, the pharmacy students give positive attitude on the the application of the contextual redefinition strategy and there are 73.3 % of pharmacy students who agree if the English teachers for the Pharmacy English use the strartery to improve the students vocabulary. The use of contextual redefinition strategy in vocabulary teachingcan haver the positive impact on the development of the pharmacy students’ vocabulary achievement.








ABSTRAK
A.SAMSU RIJAL. Pencapaian Kosakata Mahasiswa dalam Menggunakan Strategi Mendefinisikan Kembali secara Kontekstual untuk Kelas Farmasi (dibimbing oleh Abd. Hakim Yassi dan Hamzah A. Machmoed).
Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui bagaimana implementasi strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks dalam pengajaran kosakata untuk kelas Farmasi; (2) menginvestigasi apakah strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks dapat meningkatkan capaian koskata mahasiswa Farmasi; (3) mengetahui sikap mahasiswa Farmasi terhadap aplikasi strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan melakukan percobaan murni yang dilangsungkan pada mahasiswa Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Islam Makassar. Strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks diajarkan pada kelas MIPA A sebagai kelompok uji coba. Untuk mengetahui peningkatan capaian kosakata mahasiswa, peneliti menggunakan tes awal dan tes akhir. Kemudian data dianalisis dengan menggunakan SPSS dan uji-t.
Hasil penelitian menunjukkan; pertama prosedur dalam aplikasi strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks dapat membawa mahasiswa menjadi pembelajar yang mandiri di dalam dan di luar kelasdanstrategi ini dapat diaplikasikan untuk kelas Bahasa Inggris Kefarmasian. Kedua, terdapat peningkatan skor mahasiswa setelah pemberian uji coba. Secara statistik, skor rata-rata untuk tes awal adalah 36.7667, dan rata-rata skor untuk tes akhir adalah 54.1467. Hal tersebut berarti bahwa pengajaran kosakata melalui strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks secara signifikan berpengaruh terhadap pencapaian kosakata mahasiswa Farmasi. Ketiga, mahasiswa Farmasi memberikan sikap positif terhadap pengaplikasian strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks dan terdapat 73.3 % mahasiswa Farmasi setuju jika pengajar bahasa Inggris untuk mata kuliah bahasa Inggris Kefarmasian menggunakan strategi tersebut untuk meningkatkan kosakata mahasiswa. Dengan menggunakan strategi mendefinisikan kembali kata berdasarkan konteks pada pengajaran kosakata dapat membawa dampak positif terhadap pengembangan capaian kosakata mahasiswa Farmasi.

"ENGLISH HOME" Model Pemberdayaan Masyarakat Desa Wisata Berbasis Bahasa Inggris (KKN PPM 2013)



RINGKASAN
Bahasa Inggris sebagai bahasa internasional pertama di dunia tentu memiliki peran yang amat sangat penting bagi setiap lini kehidupan masyarakat di Indonesia. Bahasa Inggris menjadi alat komunikasi tulis ataupun lisan yang dapat membantu bagi pembelajar atau pemakainya dalam mencapai tujuan tertentu. Terkhusus bagi masyarakat yang ada di sekitar obyek wisata “Kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulu Saraung” begitu mendambakan akan kemampuan beromunikasi lisan dengan para wisatawan yang datang berkunjung pada obyek wisata tersebut.
Dengan kehadiran masyarakat akademisi tentunya akan membantu dalam mengatasi permasalahan yang ada. Dimana permasalahannya adalah masyarakat yang ada di sekitar obyek wisata belum bisa membangun bisnis mereka sendiri yang berbasis bahasa karena kurangnya kemampuan bahasa Inggris. Sumber daya yang ada pada kampus Universitas Islam Makassar sangatlah potensial begitupun masyarakat yang ada di sekitar obyek wisata dalam hal ini desa Kalabiirang dan Leang-Leang. Dengan pelaksanaan KKN-PPM maka akan menjadi mitra secara kesinambungan antara Universitas Islam Makassar dengan Masyarakat obyek wisata, sehingga akan semakin menambah ilmu pengetahuan dan keahlian bagi kedua belah pihak.
Pelaksanaan KKN-PPM akan mengarah pada pendidikan karakter bagi mahasiswa (peserta KKN-PPM) dan masyarakat mitra melalui pendikan bahasa Inggris yang berbasis keluarga atau English Home. Program English Home ini merupakan program temuan dari pendidikan dan ketrampilan bahasa Inggris GAU ASE yang berbasis ranah keluarga menuju masyarakat mandiri. Bahasa inggris akan dipelari bersama oleh anggota keluarga dalam suasana yang sederhana sehingga komunikasi lisanpun dapat tercapai,
Peningkatan ekonomi masyarakat melalui kewirausahaan social berbasis bahasa Inggris tentunya akan menambah income bagi masyarakat, namun hal tersebut harus didukung pula oleh sumberdaya yang ada pada masyarakat serta lembaga mitra lainnya yang akan menjadi fasilitator.
           
Kata kunci: English Home, Obyek Wisata, Ekonomi